Nama : Ridwan Ramadhan
NPM : 19114321
Kelas : 1KA37
Rangkuman
Pembahasan I
A. Pengertian Ilmu Sosial Dasar
Ilmu sosial
dasar adalah pengetahuan yang mempelajari tentang masalah-masalah sosial,
khususnya masalah-masalah yang terjadi pada masyarakat Indonesia, dengan
menggunakan Teori-teori ( fakta, konsep, teori ) yang berasal dari berbagai
bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-lapangan sosial, seperti
Geografi Sosial, Sosiologi, Antropologi Sosial, Ilmu Politik, Ekonomi,
Psikologi Sosial dan Sejarah.
B. Pengertian IPS
Rumusan tentang
pengertian IPS telah banyak dikemukakan oleh para ahli IPS atau social studies.
Di sekolah-sekolah Amerika pengajaran IPS dikenal dengan social studies. Jadi,
istilah IPS merupakan terjemahan social studies. Dengan demikian IPS dapat
diartikan dengan “penelaahan atau kajian tentang masyarakat”. Berikut
pengertian IPS yang dikemukakan oleh para ahli pendidikan dan IPS di Indonesia:
a. Moeljono
Cokrodikardjo mengemukakan bahwa IPS adalah pewujudan dari suatu perdekatan
interdisipliner dari ilmu sosial.
b. S. Nasution
mendefinisikan IPS sebagai pelajaran yang merupakan fusi atau paduan sejumlah
mata pelajaran sosial.
C. Perbedaan Ilmu Sosial Dasar dan IPS
Perbedaan Ilmu
Sosial Dasar dengan IPS adalah sebagai berikut.
a. Ilmu sosial
dasar diberikan di Perguruaan Tinggi, Ilmu Pengetahuan Sosial diberikan di
sekolah dasar dan sekolah lanjutan.
b. Ilmu sosial
dasar merupakan mata kuliah tunggal sedangkan ilmu pengetahuan sosial dasar
merupakan kelompok dari sejumlah mata pelajaran(untuk sekolah lanjutan).
c. Ilmu Sosial
dasar diarahkan kepada pembentukan sikap dan kepribadian, sedang ilmu
pengetahuan social diarahkan kepada pembentukan pengetahuan dan keterampilan
intelektual.
D. Pengertian Penduduk
Penduduk atau
warga suatu negara atau daerah bisa didefinisikan menjadi dua orang yang
bermukim atau bertempat tinggal di daerah tertentu.
E. Pengertian Masyarakat
Masyarakat
adalah sejumlah manusia yang menjadi satu kelompok yang tinggal disuatu
wilayah, dengan adanya banyak manusia dengan berbagai macam suku dan juga ras
maka dari situlah muncul sebuah kebudayaan, apabila adasebuah pertentangan
antar sesama dalam kelompok itu mak hancur lah nama baik masyrakat dan juga
lingkungannya.
F. Pengertian Kebudayaan
Kebudayaan
adalah suatu pola tingkah laku manusia yang tidak bisa digambarkan dikarenakan
selalu berubah oleh lekangnya zaman dan juga waktu, kebudayaan tercipta karena
dari sekelompok mnusia yang dari berbagai ras dan juga suku maka tercipta
kebudayaan, didalam kebudayaan banyak sekali yang tercipta seperti sebuah
bahasa, tarian, pakaian tradisional dan masih banyak lagi.
G. Pengertian dan Macam-macam Migrasi
Migrasi Penduduk
adalah perpindahan penduduk dari tempat yang satu ke tempat yang lain. Migrasi
dibagi menjadi 2 yaitu Migrasi Internasional dan Migrasi Nasional.
Rangkuman
Pembahasan II
A. Pengertian Individu Keluarga
Individu
berasal dari kata latin, “individuum” yang artinya tak terbagi. Kata individu
merupakan sebutan yang dapat untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil
dan terbatas. Kata individu bukan berarti manusia sebagai keseluruhan yang tak
dapat dibagi melainkan sebagai kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia
perseorangan.
B. Pengertian Individu Masyarakat
Masyarakat
(sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk
sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar
interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut.
C. Hubungan Antara Individu, Keluarga
& Masyarakat
Aspek individu,
keluarga, masyarakat dan kebudayaan adalah aspek-aspek sosial yang tidak bisa
dipisahkan. Keempatnya mempunyai keterkaitan yang sangat erat. Tidak akan
pernah ada keluarga, masyarakat maupun kebudayaan apabila tidak ada individu.
D. Pengertian Urbanisasi
Urbanisasi
adalah suatu proses kenaikan proporsi jumlah penduduk yang tinggal di daerah
perkotaan. Urbanisasi dapat diartikan sebagai suatu proses pengkotaan suatu
wilayah.
E. Pengertian Internalisasi Belajar
Internalisasi
lebih mengarah pada norma-norma individu yang menginternalisasikan norma-norma
tersebut. Belajar lebih mengarah pada proses pembelajaran tingkah laku, yang
sebelumnya tidak dimiliki sekarang telah dimiliki akibat proses pembelajaran
tersebut. Sedangkan Spesialisasi lebih mengarah pada kekhususan yang telah
dimiliki oleh seorang individu.
F. Masalah-masalah Generasi Muda
Masalah-masalah
generasi muda ialah sebagai berikut:
a. Dirasakan
menurunnya jiwa nasionalisme, idealisme dan patriotisme di kalangan generasi
muda
b.
Kekurangpastian yang dialami oleh generasi muda terhadap masa depannya
c. Belum
seimbangnya jumlah generasi muda dengan fasilitas pendidikan yang tersedia
d. Kurangnya
lapangan dan kesempatan kerja.
e. Kurangnya
gizi yang dapat menghambat pertumbuhan badan dan perkembangan kecerdasan
G. Potensi-potensi Generasi Muda
Potensi-potensi
yang terdapat pada generasi muda yang perlu dikembangkan adalah sebagai berikut
:
1. Idealisme
dan Daya Kritis : secara sosiologis generasi muda belum mapan dalam tatanan
yang ada, sehingga ia dapat melihat kekurangan dalam tatanan dan secara wajar
mampu mencari gagasan baru. yang
2. Dinamika dan
Kreativitas : adanya idealisme pada generasi muda, menyebabkan mereka memiliki
potensi kedinamisan dan kreativitas, yakni kemampaun dan kesediaan untuk
mengadakan perubahan, pembaharuan,
3. Keberanian
Mengambil Resiko : perubahan dan pembaharuan termasuk pembangunan, mengandung
resiko dapat meleset, terhambat atau gagal. Namun, mengambil resiko itu
diperlukan jika ingin memperoleh kemajuan.
Rangkuman
Pembahasan III
A. Peranan untuk Setiap Warga Negara
dalam Hukum di Indonesia
Beberapa peran
warganegara dibidang hukum yang diatur dalam Undang-undang, diantaranya:
a. Setiap
warganegara wajib patuh terhadap hukum yang berlaku dan dijalankan dengan
sebaik-baiknya.
b. Setiap
warganegara memiliki kedudukan yang sama dimata hukum.
c. Setiap
warganegara wajib berpatisipasi dalam hal upaya penegakan hukum.
B. Pengertian Pelapisan Sosial dan
Kesamaan Derajat Elite dan Massa
Dalam cara
pemakaiannya yang lebih umum elite dimaksudkan : “ posisi di dalam masyarakat
di puncak struktur struktur sosial yang terpenting, yaitu posisi tinggi di
dalam ekonomi, pemerintahan, aparat kemiliteran, politik, agama, pengajaran,
dan pekerjaan-pekerjaan dinas.” Tipe masyarakat dan sifat kebudayaan sangat
menentukan watak elite. Dalam masyarakat industri watak elitnya berbeda sama
sekali dengan elite di dalam masyarakat primitive.
Isilah massa
dipergunakan untuk menunjukkan suatu pengelompokkan kolektif lain yang
elementer dan spotnan, yang dalam beberapa hal menyerupai crowd,t etapi yang
secara fundamental berbeda dengannyadalam hal-hal yang lain. Massa diwakili
oleh orang-orang yang berperanserta dalam perilaku missal seperti mereka yang
terbangkitkan minatnya oeleh beberap peristiwa nasional, mereka yang menyebar
di berbagai tempat, mereka yang tertarik pada suatu peristiwa pembunuhan sebgai
dibertakan dalam pers atau mereka yang berperanserta dalam suatu migrasi dalam
arti luas.
C. Hubungan Desa dan Kota
a. masyarakat
tersebut bukanlah 2 komunitas yg berbeda
b. bersifat
ketergantungan
c. kota
tergantung desa dlm memenuhi kebutuhan bahan pangan
d. desa jg
merupakan tenaga kasar pd jenis pekerjaan tertentu
e. sebaliknya,
kota menghasilkan barang dan jasa yg dibutuhkan desa
D. Perbedaan Masyrakat Pedesaan dan
Perkotaan
- Jumlah dan
kepadatan penduduk
- Stratifikasi
sosial
- Pola
interaksi sosial
- Lingkungan
hidup
- Corak
kehidupan sosial
Tidak ada komentar:
Posting Komentar