Jumat, 18 November 2016

SISTEM PAKAR

Pengertian Sistem Pakar
Sistem pakar adalah suatu system informasi yang berisi dari pengetahuan para pakar dalam mengambil suatu keputusan untuk memecahkan problem yang kompleks. Dalam mengambil keputusan, para pakar sudah ahli dalam bidangnya masing-masing. Sistem pakar merupakan cabang dari AI (Artificial Intelligent), maka dari itu para pakar tidak lepas dari teknologi computer untuk menyelesaikan masalahnya.

Ciri-Ciri Sistem Pakar
- Memiliki informasi yang tepat.
- Memilik kemampuan beradapatsi dalam belajar.
- Dapat digunakan pada computer jenis apa saja.
- Mudah diubah-ubah/dimodifiaksi.

Tujuan Sistem Pakar
Tujuan dari system pakar adalah membantu pengetahuan manusia ke dalam bentuk system agar para pemakai yang kurang ahli dapat menikmati system yang ditransfer oleh para pakar.

Komponen Sistem Pakar
Dalam system pakar terdapat 4 komponen menuruh Hut et al (1987) yaitu:
1. Basis Pengetahuan (Knowledge Base)
Basis pengetahuan merupakan inti dari suatu sistem pakar, yaitu berupa representasi pengetahuan dari pakar. Basis pengetahuan tersusun atas fakta dan kaidah. Fakta adalah informasi tentang objek, peristiwa, atau situasi. Kaidah adalah cara untuk membangkitkan suatu fakta baru dari fakta yang sudah diketahui.
2. Mesin Inferensi (Inference Engine)
Mesin inferensi berperan sebagai otak dari sistem pakar. Mesin inferensi berfungsi untuk memandu proses penalaran terhadap suatu kondisi, berdasarkan pada basis pengetahuan yang tersedia. Di dalam mesin inferensi terjadi proses untuk memanipulasi dan mengarahkan kaidah, model, dan fakta yang disimpan dalam basis pengetahuan dalam rangka mencapai solusi atau kesimpulan. Dalam prosesnya, mesin inferensi menggunakan strategi penalaran dan strategi pengendalian. Strategi penalaran terdiri dari strategi penalaran pasti (Exact Reasoning) dan strategi penalaran tak pasti (Inexact Reasoning). Exact reasoning akan dilakukan jika semua data yang dibutuhkan untuk menarik suatu kesimpulan tersedia, sedangkan inexact reasoning dilakukan pada keadaan sebaliknya.Strategi pengendalian berfungsi sebagai panduan arah dalam melakukan prose penalaran. Terdapat tiga tehnik pengendalian yang sering digunakan, yaitu forward chaining, backward chaining, dan gabungan dari kedua teknik pengendalian tersebut.
3. Basis Data (Database)
Basis data terdiri atas semua fakta yang diperlukan, dimana fakta fakta tersebut digunakan untuk memenuhi kondisi dari kaidah-kaidah dalam sistem. Basis data menyimpan semua fakta, baik fakta awal pada saat sistem mulai beroperasi, maupun fakta-fakta yang diperoleh pada saat proses penarikan kesimpulan sedang dilaksanakan. Basis data digunakan untuk menyimpan data hasil observasi dan data lain yang dibutuhkan selama pemrosesan.
4. Antarmuka Pemakai (User Interface)
Fasilitas ini digunakan sebagai perantara komunikasi antara pemakai dengan komputer. Teknik ini juga membuat para pemakai tidak bosan saat menggunakan fasilitas tersebut.

Bentuk Sistem Pakar
Ada 4 bentuk dalam system pakar, yaitu:
- Tergabung. Sistem pakar jenis ini merupakan bagian program yang terkandung dari gabungan didalam suatu algoritma dan algoritma subrutin lain.
- Berdiri sendiri. Sistem pakar jenis ini merupakan software yang berdiri-sendiri tidak tergantung dengan software yang lainnya.
- Menghubungkan ke software lain . Bentuk ini biasanya merupakan sistem pakar yang bisa menghubungkan ke suatu paket program tertentu.
- Sistem Mengabdi. Sistem pakar merupakan bagian dari komputer khusus yang dapat dihubungkan dengan suatu fungsi tertentu. Misalnya sistem pakar yang digunakan untuk membantu menganalisis data bisnis.

Penerapan System Pakar di Berbagai Bidang
A. Penerapan system pakar di bidang pendidikan
- Penelitian tentang penggunaan system pakar dalam bidang pendidikan dilakukan oleh prof. Gordon S. Novack Jr. pada Universitas of Texas, Austin, tahun 1990. Aplikasi system pakar ini diberi nama ISAAC yang memiliki parser yang mampu membaca kalimat (dalam bahasa Inggris) dalam kecepatan 5000 kata/menit dan mampu menyelesaikan soal-soal Fisika Mekanik (Statika) dalam waktu kurang dari 5 menit. Aplikasi ini  dikerjakan oleh 1 tim terdiri dari 60 0rang dan membutuhkan waktu 1 tahun. (E.S. Handbook, 1992).
- Aplikasi lain yang terkait dengan hal diatas adalah system pakar mengenai penjelasan soal-soal fisika serta pemhaman teori lebih mendalam dengan menggunakan metoda pendekatan komputasi.(Ohlsson, 1992).
Latar belakang dari dilakukannya studi ini adalah karena fisika merupakan disiplin ilmu yang sangat mendasar dari sains dan teknologi. Oleh sebab itu, para pakar meneliti agar para siswa/mahasiswa dapat dengan mengerti dalam belajar fisika.

B. Penerapan system pakar di bidang bisnis
- System pakar mengenai konsultasi program bantuan kredit bank
System ini membantu pada konsultasi tentang program kredit bantuan pada institusi public dan cara membuat buku tabungan untuk para nasabah bank tersebut.
- System pakar mengenai strategi perencanaan
System ini berbasis system penunjang keputusan (Dicision Support system) untuk strategi perencanaan produk yang dikembangkan dari integrasi system konvensional dan prototip system pakar.

C. Penerapan system pakar di bidang pertanian
Salah satu implementasi sistem pakar pada bidang pertanian yaitu untuk mengidentifikasi penyakit tanaman. Banyak sekali ragam hama dan penyakit tanaman dan beragam pula akibat yang dihasilkannya. Ciri-ciri tanaman yang terkena penyakit satu dengan penyakit yang lainnya sangat mirip sehingga membingungkan orang awam atau pemula yang baru kenal untuk dapat mengidentifikasinya. Sebaliknya ada juga tanaman yang terkena penyakit dengan ciri-ciri yang berbeda namun tetap saja membingungkan dalam mengingat nama dan penanggulangan penyakit tersebut.

Sistem pakar sangat berguna untuk membantu petani dalam mengingat jenis-jenis penyakit dan hama tanaman juga untuk mengenali ciri-ciri yang berguna untuk menanggulangi masalah penyakit tanaman dan dapat meminimalkan kesalahan petani dalam mengatasi masalah ini.
Sistem pakar ini dapat memberikan tambahan pengetahuan kepada petani mengenai macam-macam penyakit yang berhasil di identifikasi oleh sistem dan dapat mengetahui tanaman apa saja yang biasa diserang oleh penyakit tersebut, dengan adanya pengetahuan ini maka ketika para petani sadar tanamannya terkena hama atau penyakit, maka petani dapat dengan mudah untuk mengatasi hama dan penyakit tersebut.

D. Penerapan system pakar di bidang psikologi
Impelementasi system banyak digunakan dalam bidang psikilogi, salah satunya yaitu aplikasi tes kepribadian berbasiskan sistem pakar. Aplikasi ini lebih mudah dan lebih cepat dalam proses pengukuran kepribadian dibandingkan metode terdahulu, sehingga memberikan banyak keuntungan dari segi penghematan waktu, tenaga, dan memudahkan kinerja user (pemakai) dalam mengukur kepribadiannya masing-masing. Selain itu aplikasi tes kepribadian ini dikemas dengan tampilan yang cukup menarik.

Bagi masyarakat yang ingin mengetahui ukuran kepribadiannya, mereka dapat menggunakan aplikasi ini sebagai referensi, dan bagi para mahasiswa khususnya mahasiswa psikologi, aplikasi ini dapat dijadikan tambahan untuk mendukung studi mereka terutama untuk sub bidang pengukuran kepribadian.

Namun demikian, aplikasi tes kepribadian berbasiskan sistem pakar ini tidak bisa menggantikan seorang ahli karena harus sesuai dengan keahliannya. Aplikasi sistem pakar ini hanyalah alat bantu yang sangat bergantung pada data-data yang di-input oleh seorang programmer sehingga aplikasi sistem pakar ini bisa terus digunakan.

E. Penerapan system pakar di bidang kedokteran
Bidang kedokteran sangat erat hubungannya dengan kesehatan. Penerapan sistem pakar pada bidang ini akan sangat membantu dalam kelangsungan hidup sesorang. Beberapa alat kedokteran saat ini sudah memanfaatkna sistem pakar. Salah satu contohnya antara lain X-ray, alat ini bekerja untuk mengetahui jika seseorang ada masalah pada tulangnya. Alat ini bekerja melalui sinar x-ray yang dapat menembus tubuh manusia.

F. Penerapan system pakar di bidang eksplorasi alam
Contoh penerapannya yaitu sistem pakar yang diterapkan pada alat pendeteksi kandungan minyak bumi. Alat ini menghasilkan keputusan dari data-data yang ada, dan mengambil keputusan ada atau tidaknya hingga berapa jumlah kandungan yang terkandung. Rule base yang deprogram dibuat oleh para ahli dibidangnya. 

Aplikasi pengambilan keputusan berupa resiko-resiko yang dapat terjadi bila melakukan penambangan. Sistem pakar memperhitungkan berapa peluang keberhasilan yang bisa dicapai. Keputusan ini harus sangat akurat dan meliputi seluruh aspek hingga keselamatan warga sekitar harus aman terkendali. Jangan sampai timbul kesalahan yang disebabkan oleh salah dalam pengambilan keputusan, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

G. Penerapan system pakar di bidang kecerdasan buatan
Pada bidang robotika penerapan sistem pakar sangat jelas. Sebagaimana yang kita ketahui selama ini, robot merupaka suatu benda yang dapat bekerja secara otomatis. Baik bekerja berdasarkan program yang sudah diinputkan atau menerima input dalam bentuk sensor (gerak, cahaya, suhu, dll).

Karya anak bangsa adalah robot penjinak bom yang digunakan oleh gegana. Tetapi robot ini bekerja berdasarkan input dari remote control. Bentuk lain adalah mesin-mesin pada pabrik. Pada barang elektronik seperti mesin cuci, pendingin ruangan, lemari es dan sebagainya. Pada elektronik rata-rata menggunaka fuzzy logic dalam mekanisme kerjanya.

H. Penerapan system pakar di bidang manufacture
Manufaktur di definisikan sebagai urutan-urutan kegiatan yang saling berhubungan meliputi perancangan, perencanaan, pemilihan material, produksi, pengontrolan kualitas, menajemen serta pemasaran produk.

Contoh Sistem Pakar yang Sudah Ada
Contohnya seperti robot asimo yang dibuat oleh perusahaan otomotif berlabel Honda. Robot yang diciptakan perusahaan ini suatu bentuk implementasi dari sistem pakar. Salah satu tujuan pembangunan proyek ini adalah membangun robot yang pada masa mendatang dapat membantu manusia dalam mengerjakan tugas sehari-hari. Asimo dirancang dengan sangat canggih menyerupai tingkah laku manusia. Asimo yang terakhir diciptakan dapat membantu tugas manusia dalam beberapa bentuk. Asimo dapat membuatkan minuman. Asimo juga dapat mengisi baterai sendiri, asimo akan men-charge dirinya jika baterai mulai lemah. Asimo yang lain akan meneruskan tugasnya secara bergantian.

Asimo terbaru juga sudah deprogram untuk proses sopan santun. Pada saat berpapasan dengan manusia pada jalan yang sempit, asimo akan mempersilakan manusia berjalan terlebih dahulu. Teknologi canggih lagi dari asimo adalah asimo dapat berjalan pada bidang yang miring dan menyeimbangkan dirinya.Sehingga pada saat membawa suatu barang pada bidang miring asimo dapat menjaga keseimbangannya agar tidak jatuh.

Keuntungan Sistem Pakar
Keuntungan dari penerapan sistem pakar, yaitu:
- Masyarakat awam non-pakar dapat memanfaatkan keahlian di dalam bidang tertentu tanpa kehadiran langsung seorang pakar.
- Meningkatkannya produktivitas kerja.
- Menghemat waktu dalam penyelesaian masalah.
- Memberikan penyederhanaan solusi dalam penanganan kasus.
- Pengetahuan dari seorang pakar dapat didokumentasikan tanpa ada batas waktu.

Referensi





Minggu, 13 November 2016

Grafik Komp. & Pengolahan Citra

TUGAS MEMBUAT GARIS MENGGUNAKAN JAVA DENGAN OPENGL

OpenGL adalah sebuah program aplikasi interface yang digunakan untuk mendefinisikan komputer grafis 2D dan 3D. Program lintas-platform API ini umumnya dianggap ketetapan standar dalam industri komputer dalam interaksi dengan komputer grafis 2D dan juga telah menjadi alat yang biasa untuk digunakan dengan grafis 3D. Singkatnya, Open Graphics Library, OpenGL menghilangkan kebutuhan untuk pemrogram untuk menulis ulang bagian grafis dari sistem operasi setiap kali sebuah bisnis akan diupgrade ke versi baru dari sistem.

Fungsi dasar dari OpenGL adalah untuk mengeluarkan koleksi perintah khusus atau executable ke sistem operasi. Dengan demikian, program ini bekerja dengan perangkat keras grafis yang ada yang berada pada hard drive atau sumber tertentu lainnya. Setiap perintah dalam dirancang untuk melakukan tindakan tertentu, atau memulai efek khusus tertentu yang terkait dengan grafis.

Disini saya memiliki program java melalu library OpenGL yaitu cara membuat garis vertikal, horizontal, dan diagonal. Linknya ada dibawah ini:

Link Document

Link Aplikasi

Jumat, 28 Oktober 2016

Konsep dan Metodologi Teknologi Sistem Cerdas

KONSEP TEKNOLOGI SISTEM CERDAS

Teknologi Sistem Cerdas adalah suatu kecerdasan yang dibuat dari beberapa ahli menggunakan teknologi system atau bisa juga disebut kecerdasan buatan, contohnya seperti computer/mesin. System ini dibuat bertujuan untuk membuat suatu pekerjaan menjadi mudah dalam menyelesaikan suatu masalah, karena teknologi ini menyerupai system kecerdasan otak manusia. Teknologi ini sangat berguna bagi manusia, apalagi kita berada di zaman yang modern ini yang sudah bergantung pada teknologi.

METODOLOGI TEKNOLOGI SISTEM CERDAS

Metode adalah suatu cara atau proses yang harus dilakukan agar bisa mencapai suatu tujuan tertentu yang kita inginkan.

Metodologi teknologi system cerdas yang bisa disebut juga AI (Artifical Intelligence) yaitu suatu kecerdasan buatan dari computer yang dapat berfikir layaknya seperti manusia untuk menyelesaikan tugas-tugas yang sulit untuk dikerjakan manusia, tugas ini bisa dikerjakan juga oleh manusia tetapi membutuhkan cukup kepintaran diatas rata-rata. Konsep ini juga tidak terlalu disepakati para ahli karena tidak ada batasan kepintaran seperti apakah yang dibutuhkan sistem ini. Pada intinya perangkat lunak ini dibuat untuk menyelesaikan tugas yang pemecahan masalahnya mirip penalaran manusia pada umunya.

Referensi:

Senin, 09 Mei 2016

APLICATION SERVICE LIBRARY (ASL)

Aplikasi Layanan Perpustakaan (ASL) adalah kerangka kerja domain publik dari praktik terbaik yang digunakan untuk standarisasi proses dalam Aplikasi Manajemen, disiplin memproduksi dan memelihara sistem informasi dan aplikasi. Istilah "perpustakaan" digunakan karena ASL disajikan sebagai satu set buku yang menggambarkan praktek-praktek terbaik dari industri TI. Hal ini dijelaskan dalam beberapa buku dan artikel (banyak dari mereka hanya tersedia dalam bahasa Belanda) dan di situs resmi ASL BiSL Foundation.

ASL terkait erat dengan kerangka kerja ITIL (IT Service Management) dan BiSL (Manajemen Informasi dan Manajemen Fungsional) dan Capability Maturity Model (CMM). Kerangka ASL dikembangkan karena ITIL, dicakup oleh departemen infrastruktur TI, terbukti tidak memadai untuk Manajemen Aplikasi: pada waktu itu, ITIL tidak memiliki pedoman khusus untuk aplikasi desain, pengembangan, pemeliharaan dan dukungan. versi ITIL baru, terutama V3, semakin membahas Pengembangan Aplikasi dan Aplikasi Manajemen domain; ASL BiSL Foundation telah menerbitkan sebuah kertas putih yang membandingkan ITIL v3 dan ASL.
ASL dikembangkan pada akhir tahun 90an di Belanda, pada awalnya sebagai model R2C proprietary, yang berkembang menjadi ASL pada tahun 2000. Pada tahun 2001 itu disumbangkan oleh IT Service Provider PinkRoccade ke ASL Foundation, sekarang ASL BiSL Foundation. Versi ASL2 diterbitkan pada tahun 2009.

A. 4 Cakupan Mengenai ASL

ASL meliputi empat pesan utama yaitu :
- Manajemen aplikasi, pemeliharaan dan peningkatan Sistem Informasi, menjadi semakin penting.
- Tuntutan pasar bahwa agar supaya manajemen aplikasi menjadi lebih profesional dan lebih maju, hal ini merupakan sebagian dari akibat perkembangan manajemen infrastruktur.
- Tidak ada standarisasi proses manajemen, praktik terbaik berbeda antara satu organisasi dan organisasi lainnya.
- Saat ini sudah ada framework umum untuk manajemen aplikasi yaitu Application Services Library (ASL).

B. Framework Proses ASL

Framework ASL terdiri dari enam proses cluster, dibagi menjadi tiga tingkat yaitu proses operasional dan manajemen memiliki sudut pandang jangka pendek dan menengah, sedangkan sudut pandang proses strategis menghadap ke arah horizontal.

Manajemen Operasional menjamin bahwa aplikasi yang saat ini digunakan dalam cara yang paling efektif untuk mendukung proses bisnis, menggunakan sumber daya minimal, dan menyebabkan sedikit interupsi operasional. Tujuan utamanya adalah untuk mendukung penjagaan aplikasi agar tetap berjalan. Lima proses mirip dengan proses milik ITIL dengan nama yang sama dan dengan tujuan yang hampir sama tetapi dengan isi yang berbeda, karena sifat yang berbeda dari Manajemen Aplikasi (ASL).

Enhancement & Renovation memastikan bahwa aplikasi diubah sesuai dengan perubahan kebutuhan, biasanya sebagai akibat dari perubahan dalam proses bisnis, menjaga aplikasi agar tetap up-todate. Ini adalah tempat modifikasi perangkat lunak, data model dan dokumentasi yang dibuat. Proses ini mirip dengan kegiatan yang dilakukan selama pengembangan awal aplikasi tetapi ada beberapa perbedaan mendasar antara pengembangan awal aplikasi dan peningkatan & renovasi, nanti dalam siklus hidup. Tidak seperti pembangunan, pemeliharaan dan peningkatan dipengaruhi oleh sejumlah komplikasi berikut ini :
- Tuntutan yang lebih berat: rilis baru harus sering diperkenalkan pada tanggal ditetapkan dalam rangka untuk mengatasi perubahan undangundang atau karena produk baru harus diperkenalkan.
- Siklus umpan balik pendek: perancang dan pemrogram akan segera dihadapkan dengan pekerjaan buruk, yang harus ditangani segera.
- Lebih sedikit pilihan untuk perbaikan: karena pembatasan yang dikenakan oleh pilihan-pilihan yang dibuat beberapa tahun sebelumnya; perubahan harus dibuat dalam struktur yang ada dan solusi yang ideal sering kali harus dikorbankan untuk kompromi yang kreatif.

Sumber:


SOFTWARE MAINTENANCE MATURITY MODEL

Pemeliharaan perangkat lunak masih tidak menerima bagian terlihat dari perhatian manajemen dan menderita dari kurangnya perencanaan, seperti yang sering digambarkan oleh manajemen krisis gaya. Sebagian dari masalah adalah bahwa pemeliharaan biasanya dianggap sebagai mahal dan tidak efektif. Selain itu, beberapa proposal dari praktik terbaik telah dimasukkan maju yang mudah dapat diterapkan dalam industri. Secara umum, rekayasa perangkat lunak masyarakat mengharapkan bahwa kualitas produk akan ditingkatkan jika pemeliharaan proses ditingkatkan. Namun, para peneliti cenderung mengembangkan terisolasi dan sangat teknis solusi yang cukup menantang untuk diterapkan dalam industri, lebih-lebih di kelompok pemeliharaan kecil yang memiliki anggaran yang sangat kecil dan waktu yang terbatas untuk meningkatkan kegiatan pemeliharaan mereka. Pada saat yang sama, sejumlah perangkat lunak pemeliharaan praktik terbaik telah dilaksanakan di beberapa yang terbaik perawatan jangka organisasi, meskipun praktik ini belum diakui dan kebutuhan akan lebih baik dijelaskan untuk mempersiapkan mereka untuk transfer teknologi untuk industri pada umumnya.

Untuk fungsi pengembangan perangkat lunak, banyak model jatuh tempo sudah ada untuk mengevaluasi proses pembangunan dan untuk mengusulkan perbaikan. Untuk fungsi perawatan perangkat lunak, model penilaian yang tersedia jauh lebih luas. Tulisan ini didasarkan pada model komprehensif pertama untuk memperhitungkan karakteristik khusus untuk proses pemeliharaan, Software Maintenance Maturity Model - S3M.

A. Software Maintenance

Hal ini penting untuk memahami ruang lingkup kegiatan pemeliharaan dan konteksnya di mana kerja perangkat lunak pengelola setiap hari. Memang ada beberapa interface dalam konteks organisasi pemeliharaan perangkat lunak:
• Pelanggan dan pengguna dari perawatan perangkat lunak
• Infrastruktur dan departemen operasi
• Pengembang
• Pemasok
• Pemeliharaan
Dengan mempertimbangkan bahwa antarmuka ini memerlukan layanan harian , pemeliharaan manajer harus menjaga aplikasi berjalan lancar , bereaksi dengan cepat untuk memulihkan layanan ketika ada masalah produksi, memenuhi atau melebihi tingkat yang disepakati pelayanan, menjaga kepercayaan dari masyarakat pengguna bahwa mereka memiliki dedikasi dan tim dukungan kompeten di pembuangan mereka yang bertindak dalam persetujuan anggaran.

B. Aspek Kegiatan Maintenance

Sebuah proses yang digunakan, jika diperlukan, oleh proses operasional dikatakan menjadi 'proses dukungan' operasional. Di kebanyakan organisasi, proses ini bersama oleh kedua pengembang dan pengelola. klasifikasi ini meliputi:
a) proses dokumentasi.
b) perangkat lunak fungsi manajemen konfigurasi dan alat-alat, yang sering bersama dengan pengembang.
c) proses dan kualitas produk jaminan.
d) proses verifikasi dan validasi.
e) review dan audit.
f) proses penyelesaian masalah, yang sering berbagi dengan infrastruktur dan operasi departemen.
Ini semua adalah proses kunci yang diperlukan untuk mendukung kegiatan proses perawatan perangkat lunak operasional dalam kegiatan maintenance. 'Proses Organisasi' yang biasanya ditawarkan oleh organisasi IS dan oleh departemen lain dalam organisasi (misalnya banyak perspektif perencanaan pemeliharaan, kegiatan yang berhubungan dengan proses, pengukuran, inovasi, pelatihan, dan manusia sumber). Meskipun penting untuk mengukur dan menilai proses-proses ini, lebih penting bagi pengelola untuk menentukan dan mengoptimalkan proses operasional pertama.

C. Aktivitas Maintenance

Sebuah proses didefinisikan sebagai urutan langkah-langkah yang dilakukan untuk tujuan tertentu. Ini diamati bahwa kualitas perangkat lunak sangat ditentukan oleh kualitas proses pembangunan digunakan untuk merancang itu dan untuk mempertahankannya. Pemeliharaan Tujuan manajer, kemudian, adalah untuk membantu membawa proses seperti di bawah kontrol, dan pengukuran memiliki peran penting untuk bermain dalam membantu dia mencapai tujuan tersebut. Karena manajer pemeliharaan memiliki sedikit kontrol atas pengembangan perangkat lunak, dan harus mengidentifikasi titik awal di mana dapat mempengaruhi karakteristik rawatan dari perangkat lunak baru yang sedang dibangun. Memulai pengukuran selama pra-pengiriman dan transisi merupakan strategi kunci dalam menilai kualitas produk sedang dikembangkan dan kesiapannya untuk dapat diterima dalam pemeliharaan. Untuk mencapai hal ini obyektif, keputusan dapat dibuat untuk melaksanakan program pengukuran pemeliharaan dan link ke pengukuran proyek pengembangan perangkat lunak. Sebagai contoh, jika pengelola dapat mengatur beberapa target rawatan awal dalam pengembangan software baru, kualitas dapat diukur baik selama dan setelah pembangunan.

D. Teknik-teknik Maintenance

Tergantung pada sumber permintaan pemeliharaan , kegiatan pemeliharaan ditangani melalui proses yang berbeda. Untuk setiap sumber permintaan , pemeliharaan kunci layanan / proses , bersama-sama dengan pendaftaran kategori pemeliharaan terkait pekerjaan , dimulai. Untuk misalnya, jika pengguna adalah sumber dari permintaan, maka permintaan perubahan terkait dengan penggunaan operasional perangkat lunak dan pekerjaan yang harus dilakukan dapat diklasifikasikan dalam satu dari tiga layanan pemeliharaan: koreksi , evolusi (yang regroups adaptif , perfektif dan pemeliharaan preventif) , atau dukungan operasional . Dalam beberapa kasus, proses pendukung , seperti service level agreement (SLA) informasi , juga akan dibutuhkan sebagai bagian penting dari kegiatan dukungan operasional. Daftar proses teknik perangkat lunak yang unik dapat ditemukan dalam versi terbaru dari Rekayasa Perangkat Lunak Body of Knowledge. Ini mengidentifikasi sejumlah proses , kegiatan , dan praktek-praktek yang unik untuk pengelola , misalnya:
- Transisi:  urutan terkontrol dan terkoordinasi kegiatan selama sistem ditransfer progresif dari pengembang ke pengelola.
- SLA dan khusus (domain - spesifik) kontrak pemeliharaan dinegosiasikan oleh pengelola.
- Modifikasi Permintaan dan Laporan Masalah Help Desk : proses masalah penanganan digunakan oleh pengelola memprioritaskan , dokumen , dan rute permintaan mereka terima.
- Modifikasi Permintaan kerja selama tertentu ukuran / usaha / kompleksitas mungkin ditolak oleh pengelola dan dialihkan ke pengembang.

Sumber:
http://selab.netlab.uky.edu/homepage/publications/April%20Huffman%20Abran%20Dumke%20Journal%202005.pdf

COBIT

A. Pengertian COBIT

COBIT (Control Objectives for Information and Related Technology) adalah sebuah proses model yang dikembangkan untuk membantu perusahaan dalam pengelolaan sumber daya teknologi informasi (IT). Proses model ini difokuskan pada pengendalian terhadap masing-masing dari 34 proses IT, meningkatkan tingkatan kemapanan proses dalam IT dan memenuhi ekspektasi bisnis dari IT.

COBIT menciptakan sebuah jembatan antara manajemen TI dan para eksekutif bisnis. COBIT mampu menyediakan bahasa yang umum sehingga dapat dipahami oleh semua pihak. Adopsi yang cepat dari COBIT di seluruh dunia dapat dikaitkan dengan semakin besarnya perhatian yang diberikan terhadap corporate governance dan kebutuhan perusahaan agar mampu berbuat lebih dengan sumber daya yang sedikit meskipun ketika terjadi kondisi ekonomi yang sulit.
Fokus utama dari COBIT ini adalah harapan bahwa melaui adopsi COBIT ini, perusahaan akan mampu meningkatkan nilai tambah melalui penggunaan TI dan mengurangi resiko-resiko inheren yang teridentifikasi didalamnya.
COBIT dikembangkan oleh IT Governance Institute (ITGI), yang merupakan bagian dari Information Systems Audit and Control Association (ISACA). Saat ini pengembangan terbaru dari standar ini adalah COBIT Edisi 5.0.

B. Domain dalam COBIT

1. Planning and organization
Domain ini mencakup strategi dan taktik, dan perhatian atas identifikasi bagaimana IT secara maksimal dapat berkontribusi dalam pencapaian tujuan bisnis. Selain itu, realisasi dari visi strategis perlu direncanakan, dikomunikasikan, dan dikelola untuk berbagai perspektif yang berbeda. Terakhir, sebuah pengorganisasian yang baik serta infrastruktur teknologi harus di tempatkan di tempat yang semestinya.

2. Acquisition dan implementation
Untuk merealisasikan strategi IT, solusi TI perlu diidentifikasi, dikembangkan atau diperoleh, serta diimplementasikan, dan terintegrasi ke dalam proses bisnis. Selain itu, perubahan serta pemeliharaan sistem yang ada harus di cakup dalam domain ini untuk memastikan bahwa siklus hidup akan terus berlangsung untuk sistem-sisteem ini.

3. Delivery and Support
Domain ini memberikan fokus utama pada aspek penyampaian/pengiriman dari IT. Domain ini mencakup area-area seperti pengoperasian aplikasi-aplikasi dalam sistem IT dan hasilnya, dan juga, proses dukungan yang memungkinkan pengoperasian sistem IT tersebut dengan efektif dan efisien. Proses dukungan ini termasuk isu/masalah keamanan dan juga pelatihan.

4. Monitoring
Semua proses IT perlu dinilai secara teratur sepanjang waktu untuk menjaga kualitas dan pemenuhan atas syarat pengendalian. Domain ini menunjuk pada perlunya pengawasan manajemen atas proses pengendalian dalam organisasi serta penilaian independen yang dilakukan baik auditor internal maupun eksternal atau diperoleh dari sumber-sumber anternatif lainnya.

Sumber:

Rabu, 13 April 2016

Contoh Teknologi/Sistem Manajemen Layanan Sistem Informasi

Contohnya seperti layanan fasilitas pengiriman barang. Contohya seperti Jne, Tiki, REX, dll. Saat ini, kebutuhan jasa pengiriman barang sangatlah besar. Mulai dari bisnis online kecil-kecilan, sampai industri yang besar. Yang saat ini juga memanfaatkan perusahaan jasa pengiriman barang. Tidak semua barang bisa dikirim oleh pelaku bisnis itu sendiri. Untuk jarang dekat, masih satu wilayah kota, satu daerah provinsi maupun satu pulau mungkin masih bisa dikirimkan sendiri.

Saat ini sudah banyak perusahaan jasa pengiriman barang yang melayani pengiriman sampai ke luar negeri alias bisa disebut juga ekspor. Contohnya jasa pengiriman REX misalnya. Mereka sudah mempunyai satu sistem sendiri untuk mengirim barang tersebut agar samapai ke tujuan. Armada transportasi, jaringan pelayanan di berbagai kota, hingga berbagai instrumen pendukung jasa pengiriman barang sudah tersedia dan siap untuk mengirim barang.

Sekarang, dengan kemajuan teknologi, konsumen juga dimudahkan untuk dapat mengecek posisi atau status barang yang sedang mereka kirim. Dengan fasilitas tracer dang tracker yang diapasang pada situs resmi perusahaan jasa pengiriman barang tersebut, konsumen selaku pengirim dapat mengetahui dimana barang sedang diproses, sudah dikirim, posisi barang sudah sampai mana, hingga siapa yang menerima barang tersebut ketika sudah sampai tujuan. Maka, taka ada alasan untuk meragukan perusahaan jasa pengiriman barang sebagai partner dalam bisnis.

Sumber:

ITIL (Information Technology infrastructure Library)

ITIL atau Information Technology Infrastructure Library adalah suatu rangkaian dengan konsep dan teknik pengelolaan infrastruktur, pengembangan, serta operasi teknologi informasi (TI). ITIL diterbitkan dalam suatu rangkaian buku yang masing-masing membahas suatu topik pengelolaan (TI). Nama ITIL dan IT Infrastructure Library merupakan merek dagang terdaftar dari Office of Government Commerce (OGC) Britania Raya.

ITIL memberikan deskripsi detil tentang beberapa praktik (TI) penting dengan daftar cek, tugas, serta prosedur yang menyeluruh yang dapat disesuaikan dengan segala jenis organisasi (TI).
Walaupun dikembangkan sejak dasawarsa 1980-an, penggunaan ITIL baru meluas pada pertengahan 1990-an dengan spesifikasi versi keduanya (ITIL v2) yang paling dikenal dengan dua set bukunya yang berhubungan dengan ITSM (IT Service Management), yaitu Service Delivery (Antar Layanan) dan Service Support (Dukungan Layanan).

Pada awalnya ITIL adalah serangkaian lebih dari 40 buku pedoman tentang pengelolaan layanan IT yang terdiri dari 26 modul. Perpustakaan besar pertama ini juga dikenal sebagai ITIL 1.0. Antara 2000 dan 2004 disebabkan oleh peningkatan pelayanan yang berkesinambungan dan adaptasi terhadap situasi saat ini dalam lingkungan (TI) modern ITIL 1.0 di rilis besar dan digabungkan menjadi delapan inti manual: ITIL 2.0. Pada awal musim panas 2007 ITIL 3.0 diterbitkan. Ini didirikan struktur yang sama sekali baru. Ini terdiri dari tiga bidang utama:
- ITIL Core Publikasi
- ITIL Pelengkap Bimbingan
- ITIL Web Support Services

Manajemen Layanan Sistem Informasi

A. Penjelasan Tentang Manajemen Layanaan Sistem Informasi

Manajemen Layanan Sistem Informasi adalah “sistem perencanaan bagian dari pengendalian internal suatu bisnis yang meliputi pemanfaatan manusia, dokumen, teknologi, dan prosedur oleh akuntansi manajemen untuk memecahkan masalah bisnis seperti biaya produk, layanan, atau suatu strategi bisnis”.
Jika di artikan secara perkata maka manajemen layanan system informasi yaitu:
- Manajemen adalah suatu Proses dalam rangka mencapai tujuan dengan bekerja bersama melalui orang-orang dan sumber daya organisasi lainnya. Proses manajemen terbagi menjadi 4 yaitu : Perencanaan, Perorganisasian, Pengarahan, Pengendalian.

- Layanan adalah aktivitas atau hasil yang dapat ditawarkan oleh sebuah lembaga kepada pihak lain yang biasanya tidak kasat mata, dan hasilnya tidak dapat dimiliki oleh pihak lain tersebut. Hadipranata (1980) berpendapat bahwa layanan adalah aktivitas tambahan di luar tugas pokok (job description) yang diberikan kepada konsumen-pelanggan, nasabah, dan sebagainya, serta dirasakan baik sebagai penghargaan maupun penghormatan.

- Sistem Informasi adalah suatu sistem yang menyediakan informasi untuk manajemen pengambilan keputusan/kebijakan dan menjalankan operasional dari kombinasi orang-orang, teknologi informasi dan prosedur-prosedur yang terorganisasi. Sistem informasi diartikan sebagai kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi untuk mendukung operasi dan manajemen. Sedangkan dalam arti luas, sistem informasi diartikan sebagia sistem informasi yang sering digunakan menurut kepada interaksi antara orang, proses, algoritmik, data dan teknologi.
Menurut saya, kesimpulan dari manajemen layanan system informasi adalah suatu system manajemen yang membei kemudahan dalam bekerja sama antara suatu sumber daya organisasi atau suatu lembaga kepada pihak yang membutuhkan.

Jumat, 01 April 2016

Tugas Manajemen Layanan Sistem Informasi

A. Penjelasan Tentang Manajemen Layanan Sistem Informasi

Manajemen Layanan Sistem Informasi adalah “sistem perencanaan bagian dari pengendalian internal suatu bisnis yang meliputi pemanfaatan manusia, dokumen, teknologi, dan prosedur oleh akuntansi manajemen untuk memecahkan masalah bisnis seperti biaya produk, layanan, atau suatu strategi bisnis”.

Jika di artikan secara perkata maka manajemen layanan system informasi yaitu:

- Manajemen adalah suatu Proses dalam rangka mencapai tujuan dengan bekerja bersama melalui orang-orang dan sumber daya organisasi lainnya. Proses manajemen terbagi menjadi 4 yaitu : Perencanaan, Perorganisasian, Pengarahan, Pengendalian.

- Layanan adalah aktivitas atau hasil yang dapat ditawarkan oleh sebuah lembaga kepada pihak lain yang biasanya tidak kasat mata, dan hasilnya tidak dapat dimiliki oleh pihak lain tersebut. Hadipranata (1980) berpendapat bahwa layanan adalah aktivitas tambahan di luar tugas pokok (job description) yang diberikan kepada konsumen-pelanggan, nasabah, dan sebagainya, serta dirasakan baik sebagai penghargaan maupun penghormatan.

- Sistem Informasi adalah suatu sistem yang menyediakan informasi untuk manajemen pengambilan keputusan/kebijakan dan menjalankan operasional dari kombinasi orang-orang, teknologi informasi dan prosedur-prosedur yang terorganisasi. Sistem informasi diartikan sebagai kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi untuk mendukung operasi dan manajemen. Sedangkan dalam arti luas, sistem informasi diartikan sebagia sistem informasi yang sering digunakan menurut kepada interaksi antara orang, proses, algoritmik, data dan teknologi.

Menurut saya, kesimpulan dari manajemen layanan system informasi adalah suatu system manajemen yang membei kemudahan dalam bekerja sama antara suatu sumber daya organisasi atau suatu lembaga kepada pihak yang membutuhkan.

B. ITIL (Information Technology infrastructure Library)

ITIL atau Information Technology Infrastructure Library adalah suatu rangkaian dengan konsep dan teknik pengelolaan infrastruktur, pengembangan, serta operasi teknologi informasi (TI). ITIL diterbitkan dalam suatu rangkaian buku yang masing-masing membahas suatu topik pengelolaan (TI). Nama ITIL dan IT Infrastructure Library merupakan merek dagang terdaftar dari Office of Government Commerce (OGC) Britania Raya.

ITIL memberikan deskripsi detil tentang beberapa praktik (TI) penting dengan daftar cek, tugas, serta prosedur yang menyeluruh yang dapat disesuaikan dengan segala jenis organisasi (TI).
Walaupun dikembangkan sejak dasawarsa 1980-an, penggunaan ITIL baru meluas pada pertengahan 1990-an dengan spesifikasi versi keduanya (ITIL v2) yang paling dikenal dengan dua set bukunya yang berhubungan dengan ITSM (IT Service Management), yaitu Service Delivery (Antar Layanan) dan Service Support (Dukungan Layanan).

Pada awalnya ITIL adalah serangkaian lebih dari 40 buku pedoman tentang pengelolaan layanan IT yang terdiri dari 26 modul. Perpustakaan besar pertama ini juga dikenal sebagai ITIL 1.0. Antara 2000 dan 2004 disebabkan oleh peningkatan pelayanan yang berkesinambungan dan adaptasi terhadap situasi saat ini dalam lingkungan (TI) modern ITIL 1.0 di rilis besar dan digabungkan menjadi delapan inti manual: ITIL 2.0. Pada awal musim panas 2007 ITIL 3.0 diterbitkan. Ini didirikan struktur yang sama sekali baru. Ini terdiri dari tiga bidang utama:
- ITIL Core Publikasi
- ITIL Pelengkap Bimbingan
- ITIL Web Support Services

C. Contoh Teknologi/Sistem Manajemen Layanan Sistem Informasi

Contohnya seperti layanan fasilitas pengiriman barang. Contohya seperti REX.

Saat ini, kebutuhan jasa pengiriman barang sangatlah besar. Mulai dari bisnis online kecil-kecilan, sampai industri yang besar. Yang saat ini juga memanfaatkan perusahaan jasa pengiriman barang. Tidak semua barang bisa dikirim oleh pelaku bisnis itu sendiri. Untuk jarang dekat, masih satu wilayah kota, satu daerah provinsi maupun satu pulau mungkin masih bisa dikirimkan sendiri.

Saat ini sudah banyak perusahaan jasa pengiriman barang yang melayani pengiriman sampai ke luar negeri alias bisa disebut juga ekspor. Jasa pengiriman REX sudah mempunyai satu sistem sendiri untuk mengirim barang tersebut agar samapai ke tujuan. Armada transportasi, jaringan pelayanan di berbagai kota, hingga berbagai instrumen pendukung jasa pengiriman barang sudah tersedia dan siap untuk mengirim barang.

Sekarang, dengan kemajuan teknologi, konsumen juga dimudahkan untuk dapat mengecek posisi atau status barang yang sedang mereka kirim. Dengan fasilitas tracer dang tracker yang diapasang pada situs resmi perusahaan jasa pengiriman barang tersebut, konsumen selaku pengirim dapat mengetahui dimana barang sedang diproses, sudah dikirim, posisi barang sudah sampai mana, hingga siapa yang menerima barang tersebut ketika sudah sampai tujuan. Maka, tak ada alasan untuk meragukan perusahaan jasa pengiriman barang sebagai partner dalam bisnis.

Sumber:



Minggu, 10 Januari 2016

Rangkuman-Rangkuman Desain dan Struktur Organisasi

A. Dimensi Struktur Organisasi

Empat desain keputusan (pembagian kerja, pendelegasian kewenangan, pembagian departemen, dan rentang kendali) menghasilkan struktur organisasi, Para peneliti dan praktisi manajemen berusaha untuk mengembangan pemahaman mengenai hubungan antar struktur dan kinerja, sikap, keefektifan, dan variabel lainnya. Secara umum, gambaran mengenai struktur meliputi formalisasi, sentralisasi, dan kerumitan.

1. Formalisasi
Formalisasi mengacu derajat dimana segala harapan mengenai cara dan tujuan pekerjaan dirumuskan, ditulis dan diberlakukan. Suatu organisasi yang sangat formal, akan memuat prosedur dan aturan yang ketat dalam setiap kegiatan / pekerjaan di dalam organisasi. Dengan demikian, semakin formal suatu organisasi, maka semakin ketat pula aturan dan prosedur kerja. Formalisasi merupakan hasil dari spesialisasi kerja yang tinggi, pendelegasian kewenangan yang tinggi, pembagian departemen berdasarkan fungsi, dan luasnya rentang kendali.

2. Sentralisasi
Sentralisasi merupakan dimensi struktur organisasi yang mengacu pada derajat dimana kewenangan untuk mengambil keputusan dikuasai oleh manajemen puncak. Hubungan sentralisasi dengan empat desain keputusan adalah sebagai berikut : Semakin tinggi spesialisasi kerja, semakin besar sentralisasi, Semakin sedikit kewenangan yang didelegasikan, semakin besar sentralisasi, Semakin besar penggunaan departemen berdasarkan fungsi, semakin besar sentralisasi, Semakin luas rentang kendali, semakin besar sentralisasi.

3. Kerumitan
Kerumitan (complexity) adalah suatu struktur organisasi yang mengacu pada jumlah pekerjaan atau unit yang berbeda dalam organisasi.

B. Departementalisasi

Departementalisasi adalah proses penentuan cara bagaimana kegiatan yang dikelompokkan. Beberapa bentuk departementalisasi sebagai berikut :
1. Fungsi
2. Produk atau jasa
3. Wilayah
4. Langganan
5. Proses atau peralatan
6. Waktu
7. Pelayanan
8. Alpa-numeral
9. Proyek atau matriks

Departementalisasi fungsional mengelompokkan fungsi – fungsi yang sama atau kegiatan – kegiatan sejenis untuk membentuk suatu satuan organisasi. Organisasi fungsional ini barangkali merupakan bentuk yang paling umum dan bentuk dasar departementalisasi. kebaikan utama pendekatan fungsional adalah bahwa pendekatan ini menjaga kekuasaan dan kedudukan fungsi- funsi utama, menciptakan efisiensi melalui spesialisasi, memusatkan keahlian organisasi dan memungkinkan pegawai manajemen kepuncak lebih ketat terhadap fungsi-fungsi.

Pendekatan fungsional mempunyai berbagi kelemahan. struktur fungsional dapat menciptakan konflik antar fungsi-fungsi, menyebabkan kemacetan-kemacetan pelaksanaan tugas yang berurutan pada kepentingan tugas-tugasnya, dan menyebabkan para anggota berpandangan lebih sempit serta kurang inofatif.

Departementalisasi Divisional :Organisasi Divisional dapat mengikuti pembagian divisi-divisi atas dasar produk, wilayah (geografis), langganan, dan proses atau peralatan. Struktur organisasi divisional atas dasar produk. setiap departemen bertanggung jawab atas suatu produk atau sekumpulan produk yang berhubungan (garis produk).

Divisionalisasi produk adalah pola logika yang dapat diikuti bila jenis-jenis produk mempunyai teknologi pemrosesan dan metode-metode pemasaran yang sangat berbeda satu dengan yang lain dalam organisasi. Sturktur organisasi divisional atas dasar wilayah. Departementalisasi wilayah , kadang-kadang juga disebut depertementalisasi daerah , regional atau geografis , adalah pengelompokkan kegiatan-kegiatan menurut tempat dimana operasi berlokasi atau dimana satuan-satuan organisasi menjalankan usahanya.

C. Model-Model Desain Organisasi

Pada penerapannya, model desain orgranisasi terdiri dari 2 model, yaitu Desain organisasi Mekanistik dan Desain organisasi orgranik.

1. Desain Organisasi Mekanistik.
Proses kepemimpinan tidak mencakup persepsi tentang keyakinan dan kepercayaan. Proses motivasi hanya menyadap motif fisik, rasa, aman, dan ekonomik melalui perasaan takut dan sanksi. Proses komunikasi berlangsung sedemikian rupa sehingga informasi mengalir ke bawah dan cenderung terganggu tidak akurat.

Proses interaksi bersifat tertutup dan terbatas, hanya sedikit pengaruh bawahan atas tujuan dan metode departemental. Proses pengambilan keputusan hanya di tingkat atas, keputusan Relatif. Proses penyusun tujuan dilakukan di tingat puncak original, tanpa mendorong adanya partisipasi kelompok. Proses kendali dipusatkan dan menekankan upaya memperhalus kesalahan.

2. Desain Orgranisasi Orgranik.
Proses kepemimpinan mencakup persepsi tentang keyakinan dan kepercayaan antara atasan dan bawahan dalam segala persoalan. Proses motivasi berusaha menimbulkan motivasi melalui metode Partisipasi. Proses komunikasi berlangsung sedemikian rupa sehingga informasi mengalir secara bebas keseluruh orgranisasi yaitu ke atas ke bawah dan kesamping.

Proses interaksi bersifat terbuka dan ekstensif, bai atasan ataupun bawahan dapat mempengaruhi tujuan dan metode partemental. Proses pengambilan keputusan dilaksanakan di semua tingkatan melalui proses kelompok. Proses penyusunan tujuan mendorong timbulnya partisipasi kelompok untuk menetapkan sasaran yang tinggi dan realistis. Proses kendali menyeber ke seluruh orgranisasi dan menekan pemecahan masalah dan pengendalian diri.

Desain organisasi yang efektif tidak dapat berpedoman pada teori sebagai satu cara terbaik melainkan manajer harus menerima sudut pandang bahwa desain mekanistik atau desain organik lebih efektif bagi organisasi atau sub-sub untit di dalamnya.

D. Impikasi Manajerial Desain dan Struktur Organisasi

Dapat menghasilkan struktur atau susunan yang berkualitas didalam suatu organisasi, karena ada teori yang mengatakan posisi adalah kualitas maka setiap orang yang menempati posisi yang ia kuasai dalam suatu organisasi akan menghasilkan kontribusi besar dalam suatu organisasi tersebut. itulah alasan mengapa diperlukan implikasi manajerial desain dan struktur organisasi.

E. Daftar Pustaka


Tulisan Tentang Konsep Dasar Sistem

Konsep Dasar Sistem

Sistem pada dasarnya adalah sekelompok unsur yang erat hubungannya satu dengan yang lain, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. Secara sederhana sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen, atau variabel-variabel yang terorganisasi, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain dan terpadu. Sistem bisa berupa abstraksi atau fisis (Gordon B. Davis, 2002). Sistem yang abstrak adalah susunan yang teratur dari gagasan-gagasan atau konsepsi yang saling tergantung. Sedangkan sistem yang bersifat fisis adalah serangkaian unsur yang bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan.

Dari definisi di atas maka dapat diketahui manfaat sistem yaitu untuk menyatukan atau mengintegrasikan semua unsur yang ada dalam suatu ruang lingkup, dimana komponen-komponen tersebut tidak dapat berdiri sendiri. Komponen atau sub sistem harus saling berintegrasi dan saling berhubungan untuk membentuk satu kesatuan sehingga sasaran dan tujuan dari sistem tersebut dapat tercapai.

Pendekatan sistem yang merupakan kumpulan dari komponen atau elemen-elemen merupakan definisi yang lebih luas dibandingkan dengan pendekatan sistem yang prosedural. Definisi lain dari sistem adalah kumpulan dari bagian-bagian yang bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama atau sekumpulan objek-objek yang saling berelasi dan berinteraksi.