A. Penjelasan Tentang Manajemen
Layanan Sistem Informasi
Manajemen
Layanan Sistem Informasi adalah “sistem perencanaan bagian dari pengendalian
internal suatu bisnis yang meliputi pemanfaatan manusia, dokumen, teknologi,
dan prosedur oleh akuntansi manajemen untuk memecahkan masalah bisnis seperti
biaya produk, layanan, atau suatu strategi bisnis”.
Jika di
artikan secara perkata maka manajemen layanan system informasi yaitu:
- Manajemen adalah suatu Proses dalam
rangka mencapai tujuan dengan bekerja bersama melalui orang-orang dan sumber
daya organisasi lainnya. Proses manajemen terbagi menjadi 4 yaitu :
Perencanaan, Perorganisasian, Pengarahan, Pengendalian.
- Layanan adalah aktivitas atau hasil
yang dapat ditawarkan oleh sebuah lembaga kepada pihak lain yang biasanya tidak
kasat mata, dan hasilnya tidak dapat dimiliki oleh pihak lain tersebut.
Hadipranata (1980) berpendapat bahwa layanan adalah aktivitas tambahan di luar
tugas pokok (job description) yang diberikan kepada konsumen-pelanggan,
nasabah, dan sebagainya, serta dirasakan baik sebagai penghargaan maupun
penghormatan.
- Sistem Informasi adalah suatu sistem yang
menyediakan informasi untuk manajemen pengambilan keputusan/kebijakan dan
menjalankan operasional dari kombinasi orang-orang, teknologi informasi dan
prosedur-prosedur yang terorganisasi. Sistem informasi diartikan sebagai
kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan
teknologi untuk mendukung operasi dan manajemen. Sedangkan dalam arti luas,
sistem informasi diartikan sebagia sistem informasi yang sering digunakan
menurut kepada interaksi antara orang, proses, algoritmik, data dan teknologi.
Menurut
saya, kesimpulan dari manajemen layanan system informasi adalah suatu system manajemen
yang membei kemudahan dalam bekerja sama antara suatu sumber daya organisasi
atau suatu lembaga kepada pihak yang membutuhkan.
B. ITIL (Information Technology
infrastructure Library)
ITIL atau
Information Technology Infrastructure Library adalah suatu rangkaian dengan
konsep dan teknik pengelolaan infrastruktur, pengembangan, serta operasi
teknologi informasi (TI). ITIL diterbitkan dalam suatu rangkaian buku yang
masing-masing membahas suatu topik pengelolaan (TI). Nama ITIL dan IT
Infrastructure Library merupakan merek dagang terdaftar dari Office of
Government Commerce (OGC) Britania Raya.
ITIL
memberikan deskripsi detil tentang beberapa praktik (TI) penting dengan daftar
cek, tugas, serta prosedur yang menyeluruh yang dapat disesuaikan dengan segala
jenis organisasi (TI).
Walaupun
dikembangkan sejak dasawarsa 1980-an, penggunaan ITIL baru meluas pada
pertengahan 1990-an dengan spesifikasi versi keduanya (ITIL v2) yang paling
dikenal dengan dua set bukunya yang berhubungan dengan ITSM (IT Service
Management), yaitu Service Delivery (Antar Layanan) dan Service Support
(Dukungan Layanan).
Pada awalnya
ITIL adalah serangkaian lebih dari 40 buku pedoman tentang pengelolaan layanan
IT yang terdiri dari 26 modul. Perpustakaan besar pertama ini juga dikenal
sebagai ITIL 1.0. Antara 2000 dan 2004 disebabkan oleh peningkatan pelayanan
yang berkesinambungan dan adaptasi terhadap situasi saat ini dalam lingkungan
(TI) modern ITIL 1.0 di rilis besar dan digabungkan menjadi delapan inti
manual: ITIL 2.0. Pada awal musim panas 2007 ITIL 3.0 diterbitkan. Ini
didirikan struktur yang sama sekali baru. Ini terdiri dari tiga bidang utama:
- ITIL Core
Publikasi
- ITIL
Pelengkap Bimbingan
- ITIL Web
Support Services
C. Contoh Teknologi/Sistem Manajemen
Layanan Sistem Informasi
Contohnya
seperti layanan fasilitas pengiriman barang. Contohya seperti REX.
Saat ini,
kebutuhan jasa pengiriman barang sangatlah besar. Mulai dari bisnis online
kecil-kecilan, sampai industri yang besar. Yang saat ini juga memanfaatkan perusahaan
jasa pengiriman barang. Tidak semua barang bisa dikirim oleh pelaku bisnis itu
sendiri. Untuk jarang dekat, masih satu wilayah kota, satu daerah provinsi
maupun satu pulau mungkin masih bisa dikirimkan sendiri.
Saat ini
sudah banyak perusahaan jasa pengiriman barang yang melayani pengiriman sampai
ke luar negeri alias bisa disebut juga ekspor. Jasa pengiriman REX sudah mempunyai satu sistem sendiri untuk mengirim barang
tersebut agar samapai ke tujuan. Armada transportasi, jaringan pelayanan di
berbagai kota, hingga berbagai instrumen pendukung jasa pengiriman barang sudah
tersedia dan siap untuk mengirim barang.
Sekarang,
dengan kemajuan teknologi, konsumen juga dimudahkan untuk dapat mengecek posisi
atau status barang yang sedang mereka kirim. Dengan fasilitas tracer dang
tracker yang diapasang pada situs resmi perusahaan jasa pengiriman barang
tersebut, konsumen selaku pengirim dapat mengetahui dimana barang sedang
diproses, sudah dikirim, posisi barang sudah sampai mana, hingga siapa yang
menerima barang tersebut ketika sudah sampai tujuan. Maka, tak ada alasan
untuk meragukan perusahaan jasa pengiriman barang sebagai partner dalam bisnis.
Sumber:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar